Jilbab hari ini tidak hanya hadir sebagai bagian dari identitas seorang muslimah, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, dan tren di media sosial. Media dan industri fashion menghadirkan berbagai model, bahan, warna, hingga cara styling hijab.
Sebenarnya fenomena ini tidak selalu bermakna negatif. Selama dalam berpakaian dapat membuat muslimah merasa nyaman dan percaya diri. Maka, tidak ada salahnya mengikuti tren dan memilih gaya hijab yang disukai, selama tetap berada dalam koridor syariat.
Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah ketika tren mulai berubah menjadi patokan utama dalam cara berpakaian, sementara tujuan awal berjilbab adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Padahal, dalam Islam, menutup aurat merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS. An-Nur: 31)
Allah juga berfirman:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS. Al-Ahzab: 59)
Alhamdulillah, tim SPJ Jawa Bagian Timur, pada momen IHSD kali ini mengangkat tema “Beyond the Trend”, dengan tujuan untuk mengajak para muslimah untuk menjalankan apa yang Allah perintahkan.

Dilaksanakan pada hari Ahad, 13 September 2026. Berlokasi di Alun-alun Sidoarjo, Jl. Cokronegoro, Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini kami menggunakan pendekatan “Try On Jilbab“, dimana peserta akan mencoba langsung jilbab syar’i yang didampingi oleh tim SPJ untuk mengenakannya. Setelah dicoba, jilbab tersebut akan menjadi milik peserta dan sebagai pelengkap kami juga memberikan ciput dan bros lucu sebagai hadiah. Kegiatan ini, menjadi pengalaman sederhana dan bermakna, sebab mereka dapat merasakan sendiri pengalaman mengenakannya.
Kemudian, kami juga mengajak peserta untuk sharing pengalaman berjilbabnya. Banyak cerita yang muncul beragam, mulai dari pengalaman pertama proses belajar menutup aurat, rasa nyaman, tantangan saat ini, hingga merangkul untuk istiqomah dalam berjilbab.

Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk menuangkan kesan, pengalaman, maupun hal yang mereka rasakan setelah mencoba jilbab syar’i. Hal ini juga merupakan bagian yang penting dari kegiatan, sebab menunjukkan bahwa setiap orang memiliki proses dan respon yang berbeda dalam memahami dan menjalankan syariat.
Melalui rangkaian kegiatan IHSD kali ini, kami ingin menyampaikan bahwa berjilbab bukan sekadar tentang mengikuti sebuah tren yang sedang berlangsung.
Tren akan terus berganti, model akan terus berubah, tetapi ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi sesuatu yang perlu senantiasa dijaga.

